13 June 2007

rujak uleg

reruntuhan bangunan

berserak di setiap

lahan berdarah

mata berlinang air mata

sudah tidak tampak kini

mereka telah menyembunyikan

duka tak terperi

hari telah menyapu serakan

luka dan darah

namun luka itu tidak bakalan

sembuh dalam sehari

tuntunan kemanusiaan sangatlah dinanti

sungguh wajah-wajah luka

menunggu jiwa manusia

mengobati luka

bermakna

ini


Yonathan Rahardjo/ tebet, 2003
Apresiasi Sastra 28 Maret 2008

No comments: